Jadi teman-teman tidak perlu pusing-pusing, tinggal edit menyesuaikan data diri kita. Semoga bermanfaat bagi kita semua. Amiiiin.....
Surat Keterangan Penanggung Biaya Hidup
Jadi teman-teman tidak perlu pusing-pusing, tinggal edit menyesuaikan data diri kita. Semoga bermanfaat bagi kita semua. Amiiiin.....
Tips Menjaga dan Merawat Flash Disk
Tidak dipungkiri bahwa flashdisk saat ini menjadi media yang paling sering digunakan menyimpan data yang mudah di bawa kemana-mana. Tetapi sedikit yang memperhatikan masalah pnggunaan flashdisk ini. Mungkin karena kapasitasnya ber-Giga-giga, maka semua data dimasukkan, dan setiap saat dipasang di komputer ibarat hardisk mini. Bahkan ada yang isinya tidak hanya ratusan data, tetapi ribuan data.
Sedikit orang yang tahu bahwa flashdisk mempunyai umur, ibarat lampu TL yang mempunyai umur (misalnya tahan sampai 5000 jam). Begitu pula Flashdisk. Tapi apa ukuran umur flashdisk? Bagaimana menggunakan flashdisk agar lebih awet / tahan lama? hal-hal penting apa yang perlu diketahui tentang flashdisk ?
Beberapa hal yang menjadi Karakteristik Flashdisk
Beberapa hal yang mungkin perlu diketahui tentang flashdisk (murni USB Flash disk, bukan MP3/MP4) :
- USB Flash Disk hanya bisa aktif jika ada arus listrik yang bisa diperoleh melalui port USB.
- Beberapa Flash Disk memerlukan arus atau daya listrik yang lebih besar dibanding lainnya, sehingga kadang harus ditancapkan langsung di port motherboard ( tanpa kabel sambungan dan bukan port di depan) agar bisa terdeteksi.
- Flash Disk tidak bisa terbaca jika kabel yang digunakan terlalu panjang, karena biasanya arusnya kurang kuat.
- Flash Disk memiliki umur/masa pakai, misalnya 100.000 baca/tulis atau ketahanan sampai 10 tahun.
- Kecepatan akses membaca lebih cepat daripada menulis di flashdisk. Misalnya membaca 16 MB/s sedangkan menulis 4 MB/s (satu dan lainnya berbeda-beda)
- File sistem yang biasa digunakan adalah FAT atau FAT32, karena bisa diakses hampir dimanapun yang mensupport USB port. Meski bisa diformat sesuai dengan tipe sistem operasi, seperti NTFS.
- Defragment file di flashdisk tidak diperlukan dan tidak berpengaruh ke kecepatan akses, karena flashdisk menggunakan Memory tipe Random Akses.
Bagaimana mengamankan data didalamnya ?
Satu-satunya jalan sepertinya dengan meng-enkripsi data yang ada di flash disk. Meskipun saat ini ketika membeli flash disk disertakan software yang bisa mengunci (lock), tetapi tetap bisa dibuka dikomputer yang tidak ada software tersebut. USB Flash disk kemungkinan tidak rusak meski terkena air atau bahkan terendam, asal sebelum dipakai dikeringkan terlebih dahulu.
Tips Menggunakan Flashdisk agar lebih awet
- Jangan menyimpan file-file yang sangat banyak kedalam flashdisk, jika memungkinkan lebih baik di zip. Karena semakin banyak menyimpan file maka proses menulis flashdisk juga akan lebih banyak, sehingga umurnya juga cepat berkurang.
- Jika tidak begitu penting, hindari mengedit langsung dari flashdisk. Alternatifnya copy data di komputer, kemudian di edit dan setelah selesai baru kembali di copy ke Flashdisk.
- Jika tidak dipakai/digunakan, lepas Flashdisk dari komputer.
- Usahakan selalu melepas Flashdisk dari komputer melalui “Safety Remove Hardware” dan hindari langsung melepas ketika sedah dalam proses membaca/menulis, karena bisa saja rusak akibat arus listrik.
Metode Pengurutan data dan contoh array
Pengurutan Gelembung (Bubble Sort)
Pengurutan gelembung adalah algoritma pengurutan yang paling tua dan sederhana untuk diimplementasikan. Algoritma ini juga cukup mudah untuk dimengerti.
- Metode sorting termudah
- Diberi nama “Bubble” karena proses pengurutan secara berangsur angsur bergerak/berpindah ke posisinya yang tepat, seperti gelembung yang keluar dari sebuah gelas bersoda.
- Bubble Sort mengurutkan data dengan cara membandingkan elemen sekarang dengan elemen berikutnya.
- Jika elemen sekarang lebih besar dari elemen berikutnya maka kedua elemen tersebut ditukar, jika pengurutan ascending.
- Jika elemen sekarang lebih kecil dari elemen berikutnya, maka kedua elemen tersebut ditukar, jika pengurutan descending.
- Algoritma ini seolah-olah menggeser satu per satu elemen dari kanan ke kiri atau kiri ke kanan, tergantung jenis pengurutannya.
- Ketika satu proses telah selesai, maka bubble sort akan mengulangi proses, demikian seterusnya.
- Kapan berhentinya? Bubble sort berhenti jika seluruh array telah diperiksa dan tidak ada pertukaran lagi yang bisa dilakukan, serta tercapai perurutan yang telah diinginkan.
Algoritma pengurutan gelembung ini adalah algoritma yang paling lamban dan tidak mangkus dibandingkan dengan algoritma pengurutan yang lain dalam penggunaan secara umum. Dalam kasus terbaik (yaitu list sudah terurut), kompleksitas algoritma pengurutan gelembung adalah O(n). Namun, untuk kasus umum, kompleksitas algoritma pengurutan gelembung adalah O(n2).

Grafik di atas menggambarkan kompleksitas algoritma dari pengurutan gelembung.
Pengurutan Cangkang (Shell Sort)
Shell sort adalah algoritma dengan kompleksitas algoritma O(n2) dan yang paling efisien dibanding algoritma-algoritma lain dengan kompleksitas algoritma yang sama. Algoritma shell sort lima kali lebih cepat dibandingkan algoritma pengurutan gelembung dan dua kali lebih cepat dibandingkan algoritma pengurutan dengan penyisipan. Dan tentu saja shell sort juga merupakan algoritma yg paling yang paling kompleks dan sulit dipahami.Algoritma shell sort melakukan pass atau traversal berkali-kali, dan setiap kali pass mengurutkan sejumlah nilai yang sama dengan ukuran set menggunakan insertion sort. Ukuran dari set yang harus diurutkan semakin membesar setiap kali melakukan pass pada tabel, sampai set tersebut mencakup seluruh elemen tabel. Ketika ukuran dari set semakin membesar, sejumlah nilai yang harus diurutkan semakin mengecil. Ini menyebabkan insertion sort yang dijalankan mengalami kasus terbaik dengan kompleksitas algoritma mendekati O(n). Ukuran dari set yang digunakan untuk setiap kali iterasi (iteration) mempunyai efek besar terhadap efisiensi pengurutan.
Tetapi, walaupun tidak se-efisien algoritma merge sort, heap sort, atau quick sort , algoritma shell sort adalah algoritma yang relatif sederhana. Hal ini menjadikan algoritma shell sort adalah pilihan yang baik dan efisien untuk mengurutkan nilai dalam suatu tabel berukuran sedang (mengandung 500-5000 elemen).

Grafik di atas menggambarkan kompleksitas algoritma dari shell sort.
Pengurutan Cepat (Quick Sort)
Algoritma quick sort sangat sederhana dalam teori, tetapi sangat sulit untuk diterjemahkan ke dalam sebuah code karena pengurutan dilakukan dalam sebuah list dan diproses secara rekursif. Algoritma ini terdisi dari empat langkah (yang mana menyerupai merge sort) yaitu :
- Memilih sebuah elemen untuk dijadikan poros atau pivot point (biasanya elemen paling kiri dari tabel).
- Membagi tabel menjadi dua bagian, satu dengan elemen yang lebih besar dari poros, dan satu lagi untuk elemen yang lebih kecil dari poros.
- Mengulang algoritma untuk kedua buah tabel secara rekursif.
Tingkat keefektifan dari algoritma ini dangat bergantung pada elemen yang dipilih menjadi poros. Kasus terburuk terjadi ketika tabel sudah terurut dan elemen terkecil di sebelah kiri menjadi poros. Kasus ini mempunyai kompleksitas algoritma O(n2). Maka dari itu sangat disarankan untuk memilih poros bukan dari elemen paling kiri dari tabel, tetapi dipilih secara random. Selama poros dipilih secara random, algoritma quick sort mempunyai kompleksitas algoritma sebesar O(n log n).
Algoritma quick sort mengurutkan dengan sangat cepat, namun algoritma ini sangat komplex dan diproses secara rekursif. Sangat memungkinkan untuk menulis algoritma yang lebih cepat untuk beberapa kasus khusus, namun untuk kasus umum, sampai saat ini tidak ada yang lebih cepat dibandingkan algoritma quick sort.
Walaupun begitu algoritma quick sort tidak selalu merupakan pilihan yang terbaik. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, algoritma ini dilakukan secara rekursif yang berarti jika dilakukan untuk tabel yang berukuran sangat besar, walaupun cepat, dapat menghabiskan memori yang besar pula. Selain itu, algoritma ini adalah algoritma yang terlalu komplex untuk mengurutkan tabel yang berukuran kecil (hanya puluhan elemen misalnya). Selain itu algoritma quick sort mempunyai tingkat efisiensi yang buruk ketika dioperasikan pada tabel yang hampir terurut atau pada tabel yang terurut menurun.

Contoh Program Array dengan C++ :

Download langsung Contoh Surat Lamaran Kerja
Itu adalah contoh surat lamaran kerja, kamu tinggal ganti sesuai data diri kamu. Semoga bermanfaat untuk anda semua.
Membuat program dengan Turbo Pascal
Program Pemangkatan;
Uses Crt;
Var
m,n:integer;
Procedure Pangkat(Var x,y:integer);
Var
a,i:integer;
Begin
a:=1;
For i:= 1 to y do
a:=a*x;
Writeln(x,'Pangkat',y,'=',a);
End;
Begin
Clrscr;
Write('Masukkan bil yang akan dipangkatkan = ');
readln(m);
Write('MAsukkan bil Pemangkatnya = ');
readln(n);
Pangkat(m,n);
Readln;
End.
------------------------------------------------------------
Pencarian
Program Pencarian;
Uses Crt;
Var h2o:array[1..100] Of Integer;
j,i,n:Integer;
Procedure input(Var y:integer);
Begin
For i:= 1 to y do
Begin
Write('Masukkan data ke-',i,'=');
readln(h2o[i]);
end;
end;
procedure bagi_dua;
var ketemu:boolean;
idx,hi,lo,mid:integer;
begin
Lo:=1;
hi:=n;
ketemu:=false;
while(lo
j then
Lo:= mid+1
else
hi:= mid-1;
end;
If (ketemu) then
Writeln('Data ditemukan pada elemen ke-',mid)
else
Writeln('Data tidak ditemukan');
end;
Procedure Mengurutkan;
Var maks,temp:integer;
Begin
For i:= n downto 2 do
Begin
maks:=1;
For j:= 2 to i do
If h2o[j] > h2o[maks] then maks:=j;
temp:= h2o[i];
h2o[i]:= h2o[maks];
h2o[maks]:= temp;
End;
End;
begin
clrscr;
Write('Masukkan Jumlah data=');
readln(n);
input(n);
Write('Data yang akan dibagi=');
readln(j);
Mengurutkan;
bagi_dua;
readln;
end.
-------------------------------------------------------
Buble
Program h2o_buble;
Uses Crt;
Var
j,i,n:integer;
h2o:array[1..100]of integer;
Procedure inputan (var y:integer);
begin
For i:= 1 to y do
begin
Write('Masukkan elemen ke-',i,'=');
readln(h2o[i]);
end;
end;
Procedure urutan;
var
Temp:integer;
begin
For i:= 1 to n-1 do
For j:= n downto i+1 do
If h2o[j]
Writeln(' ^^ Program h2o.Group ^^ ');
Writeln('-----------------------------');Writeln;
Write('Masukkan Jumlah data =');
readln(n);Writeln;
Writeln('-----------------------------');Writeln;
input_data(n);Writeln;
Writeln('-----------------------------');
Mengurutkan;
Writeln('Data setelah diurutkan');
For i:= 1 to n do
Writeln('Data ke-',i,'=',h2o[i]);
Readln;
End.
Lo:= mid+1
else
hi:= mid-1;
end;
If (ketemu) then
Writeln('Data ditemukan pada elemen ke-',mid)
else
Writeln('Data tidak ditemukan');
end;
Procedure Mengurutkan;
Var maks,temp:integer;
Begin
For i:= n downto 2 do
Begin
maks:=1;
For j:= 2 to i do
If h2o[j] > h2o[maks] then maks:=j;
temp:= h2o[i];
h2o[i]:= h2o[maks];
h2o[maks]:= temp;
End;
End;
begin
clrscr;
Write('Masukkan Jumlah data=');
readln(n);
input(n);
Write('Data yang akan dibagi=');
readln(j);
Mengurutkan;
bagi_dua;
readln;
end.
-------------------------------------------------------
Buble
Program h2o_buble;
Uses Crt;
Var
j,i,n:integer;
h2o:array[1..100]of integer;
Procedure inputan (var y:integer);
begin
For i:= 1 to y do
begin
Write('Masukkan elemen ke-',i,'=');
readln(h2o[i]);
end;
end;
Procedure urutan;
var
Temp:integer;
begin
For i:= 1 to n-1 do
For j:= n downto i+1 do
If h2o[j]
Writeln(' ^^ Program h2o.Group ^^ ');
Writeln('-----------------------------');Writeln;
Write('Masukkan Jumlah data =');
readln(n);Writeln;
Writeln('-----------------------------');Writeln;
input_data(n);Writeln;
Writeln('-----------------------------');
Mengurutkan;
Writeln('Data setelah diurutkan');
For i:= 1 to n do
Writeln('Data ke-',i,'=',h2o[i]);
Readln;
End.
ALGORITMA PEMROGRAMAN
Program komputer adalah rangkaian kata perintah yang telah dimengerti oleh komputer untuk dikerjakannya. Kata-kata perintah tersebut membentuk suatu bahasa yang disebut dengan bahasa pemrograman. Sebagaimana bahasa pada manusia, bahasa pemrograman juga terdiri atas banyak macam bahasa, dan memiliki aturannya masing-masing.
Sulitnya, komputer saat ini belum diberi hak inisiatif, sehingga jika ada sedikit saja kesalahan penulisan perintah oleh pemrogram, ia tidak mau memakluminya atau berusaha memperbaiki sendiri kesalahan tersebut. Serta merta ia “ngambek” dan tidak mau mengerjakan perintah-perintah lainnya. Komputer diciptakan melalui logika manusia, karenanya, ia bekerja secara logis, tanpa campur-tangan “perasaan.”
ALGORITMA PEMROGRAMAN
Orang yang telah terbiasa “bergaul” dengan komputer menggunakan satu bahasa pemrograman tertentu (tingkat mahir), biasanya tidak lagi memerlukan kertas coret-coretan untuk membuat suatu program komputer. Namun bagi pemula, pembelajar, atau yang belum mahir, diperlukan kertas coret-coretan tersebut.
Kertas coret-coretan itu akan digunakan untuk menyusun algoritma (langkah-langkah penyelesaian masalah), flowcharting (alur logika perintah, yang merupakan aplikasi dari algoritma), maupun menuliskan perintah sesuai dengan kaidah dari bahasa pemrograman yang akan digunakannya.
Sewaktu menyusun algoritma, kita tidak perlu tahu (atau tidak perlu menyesuaikan dengan) bahasa pemrograman yang nanti akan kita gunakan. Hal utama yang kita pikirkan adalah kaidah (hirarki) dari komputer itu sendiri, yaitu input-proses-output.
Input adalah data yang harus ada (sudah ada/ sudah tersedia), yang dapat diproses dengan aturan-aturan tertentu untuk menghasilkan output seperti yang dikehendaki. Data yang ada harus logis (masuk akal) bahwa “ia” dapat diproses untuk menghasilkan output.
PERLUNYA PERINTAH BAHASA PEMROGRAMAN DI DALAM ALGORITMA
Meskipun sudah dikatakan, bahwa sewaktu kita menyusun algoritma kita tidak perlu tahu bahasa pemrograman apa yang akan digunakan kelak, namun, untuk penulisan algoritma yang lebih efisien dan efektif, maka penggunaan sebagian perintah yang ada di dalam bahasa pemrograman perlu dilakukan juga.
Adapun perintah bahasa pemrograman yang paling sering digunakan untuk menyusun algoritma adalah bahasa pemrogrman yang terstrukutur, seperti Pascal, C, SNOBOL, PL/1, dan sebagainya.
Misalkan saja, untuk contoh berikut ini :
Langkah 1 : Beri nilai 10 ke variabel S
Maka, akan lebih mudah jika ditulis sebagai :
Langkah 1 : S := 10;
Belum lagi jika algoritma yang ditulis harus melakukan perulangan langkah ke langkah-langkah sebelumnya (looping).
10 Mulai I:= 1;
11 Lakukan perbandingan data ke I dengan data ke I+1
12 Jika data ke I+1 lebih kecil, maka tukar tempat keduanya
13 Tambahkan I dengan 1
14 Lakukan langkah 11 hingga langkah 13 selama nilai I < 10 15 selesai Tentu akan lebih ringkas jika kita tulis (perintah BASIC) : 10 For I= 1 to 10 20 If A(i) > A(I+1) then SWAP A(i), A(j)
30 next
40 end
Jadi terlihat, jika algoritma tersebut sederhana, maka penyusunan algoritma akan sama dengan penyusunan sebuah program (karena semua perintahnya sudah sesuai dengan kaidah penulisan di bahasa pemrogramannya).
Apakah semuanya akan demikian ?. Tentu saja tidak, misalkan, kita diminta untuk menentukan bilangan terkecil dari seratus buah bilangan yang akan dimasukkan ke komputer, ini masih dapat langsung dibuatkan programnya.
Algoritma (program)nya bisa kita susun sebagai berikut :
1 DIM A(100)
2 FOR M = 1 TO 100
3 INPUT A(M) : NEXT : KECIL = A(1)
4 FOR M = 2 TO 100
5 IF KECIL > A(M) THEN X = KECIL: KECIL = A(M) : A(M) = X
6 NEXT : PRINT KECIL : END
Tetapi, misalkan jika kita diminta untuk mengalihkan notasi infix menjadi postfix melalui stack, hal itu sulit untuk dilakukan.
Algoritmanya bisa menggunakan gabungan kalimat dengan bahasa pemrograman, berikut contoh penggalannya.
Contoh :
1.
Asumsi : deretan notasi infix dimasukkan ke dalam sebuah variabel array bernilai string, nama variabelnya D
2.
S adalah variabel string untuk menyimpan susunan data di dalam stack
3.
H adalah variabel string untuk menyimpan hasil
4.
P = banyaknya elemen array
5.
For I = 1 to
p
If top(s) = empty then {top(s) adalah posisi atas stack)
if D(i) = operand then
H = D(i)
Else
S = S + D(i)
Top(s) = D(i)
Endif
Else
If D(i) = operator then
If derajat D(i) > derajat Top(s) then
. .
.
. .
.
. .
.
. .
.
Jadi, terdapat beberapa kata yang tidak dapat dijabarkan langsung ke dalam bahasa pemrograman. Misalkan, kata Top(s), empty, operand, operator, dan derajat.
PERLUNYA PROSEDUR
Toh akhirnya, kita tidak akan mungkin hanya membuat algoritmanya saja melainkan dilanjutkan ke pembuatan programnya. Karenanya, algoritma sebaiknya dibuat sedemikian rupa agar setiap perintah yang ada di dalamnya dapat diaplikasikan langsung ke dalam bahasa pemrograman.
Itulah perlunya prosedur. Misalkan kata “operand” di algoritma di atas yang tidak dapat langsung diaplikasikan di dalam bahasa pemrogramannya, kita buat saja prosedur dari algoritma tersebut yang mendefinisikan apa itu “operand.”
Misalkan :
1 Procedure OPERAND
2 IF ASC(D(I)) > 64 AND ASC(D(I)) < 91 THEN OP = .T. ELSE OP = .F. 3 RETURN Sehingga, di algoritma utamanya bisa diubah dari : If top(s) = empty then {top(s) adalah posisi atas stack) if D(i) = operand then H = D(i) menjadi : If top(s) = empty then {top(s) adalah posisi atas stack) Do Procedure OPERAND IF op = .t. H = D(i) PERLUNYA STANDAR PENGGUNAAN PERINTAH BAHASA PEMROGRAMAN Sulit memang membuat standardisasi penggunaan perintah bahasa pemrograman di sebuah algoritma. Sulit karena ada yang hanya memahami satu bahasa pemrogrman saja sehingga ia tak mau menggunakan perintah di bahasa pemrograman lain. Namun, itu sebatas cara penulisan saja, misalkan di BASIC A = 10, di Pascal berlaku A := 10, namun untuk perintah looping, umumnya memiliki alur logika yang sama, yaitu dalam penggunaan FOR-NEXT, REPEAT-UNTIL, DO WHILEENDDO, WHILE-WEND, dan sebagainya. Jadi, meskipun tidak ada standar yang pasti, paling-paling hanya berbeda cara penulisannya saja, namun sama dalam alur logikanya. Jadi, ternyata, standardisasi semacam ini tidak diperlukan. LATIHAN SOAL ALGORITMA 1. Alihkan notasi infix menjadi prefix 2. Buat suatu pohon biner, tentukan algoritma perjalanan preorder; 3. Alihkan notasi infix menjadi postfix melalui operasi stack; 4. Jadikan seratus angka yang sudah dimasukkan ke komputer secara acak menjadi urut (sort) dari kecil ke besar (ascending) 5. Cari nilai tengah dari seratus angka yang sudah dimasukkan ke komputer secara acak.
Turbo Pascal : Pemrograman Karyawan
Uses Crt;
Var
nik : Array [1..100] of string[8];
nama: Array [1..100] of string;
gaji: Array [1..100] of longint;
i,j,n,x,idx,max,min:integer;
pil1: byte;
pil2: char;
tempgaji: longint;
tempnama,y: string;
tempnik,z: string[8];
Cek: boolean;
Procedure inputan;
Begin
gotoxy(23,3);
writeln;
writeln('-------------------------------------------------------------------');
writeln(' MENGOLAH DATA GAJI KARYAWAN':51);
writeln('-------------------------------------------------------------------');
write('Masukkan jumlah data karyawan : ' );
readln(n);
writeln('-------------------------------------------------------------------');
Writeln;
For i:= 1 to n do
Begin
Writeln(' Karyawan ke-',i,' :');
Write (' NIK : '); Readln(nik[i]);
Write (' NAMA : '); Readln(nama[i]);
Write (' GAJI : '); Readln(gaji[i]);
Writeln;
End;
End;
Procedure menu1;
Begin
Clrscr;
GOTOXY(23,3); WRITELN('MENAMPILKAN DATA URUT BERDASARKAN NIK :');
WRITELN;
For i:=1 to n do
Begin
For j:=i+1 to n do
Begin
If nik[i] > nik[j] then
Begin
tempnik:= nik[i];
nik[i]:= nik[j];
nik[j]:= tempnik;
tempgaji:= gaji[i];
gaji[i]:= gaji[j];
gaji[j]:= tempgaji;
tempnama:= nama[i];
nama[i]:= nama[j];
nama[j]:= tempnama;
end;
end;
Writeln(i,'. NIK : ',nik[i]);
Writeln (' NAMA : ',nama[i]);
Writeln (' GAJI : ',gaji[i]);
Writeln;
end;
end;
Procedure menu2;
Begin
Clrscr;
GOTOXY(23,3); WRITELN('MENAMPILKAN DATA URUT BERDASARKAN NAMA');
WRITELN;
for i:= 1 to n do
Begin
For j:=i+1 to n do
Begin
If nama[i] > nama[j] then
Begin
tempnama:= nama[i];
nama[i]:= nama[j];
nama[j]:= tempnama;
tempnik:= nik[i];
nik[i]:= nik[j];
nik[j]:= tempnik;
tempgaji:= gaji[i];
gaji[i]:= gaji[j];
gaji[j]:= tempgaji;
end;
end;
Writeln(i,'. NIK : ',nik[i]);
Writeln (' NAMA : ',nama[i]);
Writeln (' GAJI : ',gaji[i]);
end;
end;
Procedure menu3;
Begin
Clrscr;
GOTOXY(23,3); writeln('MENAMPILKAN DATA URUT BERDASARKAN NILAI');
WRITELN;
For i:=1 to n do
Begin
For j:=i+1 to n do
Begin
If gaji[i] < gaji[j] then Begin tempgaji:= gaji[i]; gaji[i]:= gaji[j]; gaji[j]:= tempgaji; tempnik:= nik[i]; nik[i]:= nik[j]; nik[j]:= tempnik; tempnama:= nama[i]; nama[i]:= nama[j]; nama[j]:= tempnama; end; end; Writeln(i,'. NIK : ',nik[i]); Writeln (' NAMA : ',nama[i]); Writeln (' GAJI : ',gaji[i]); Writeln; end; end; Procedure menu4; Begin Clrscr; GOTOXY(23,3); WRITELN('MENAMPILKAN DATA DENGAN NILAI TERTINGGI'); WRITELN; max:= 0; For i:= 1 to n do Begin If gaji[i] > max then
Begin
max:= gaji[i];
idx:= i;
end;
end;
Writeln('GAJI Tertinggi Adalah Karyawan ke-',idx,', dengan rincian :');
Writeln('NIK : ',nik[idx]);
Writeln('NAMA : ',nama[idx]);
Writeln('GAJI : ',max);
end;
Procedure menu5;
Begin
Clrscr;
GOTOXY(23,3); WRITELN('MENAMPILKAN DATA BERDASARKAN NILAI TERENDAH');
WRITELN;
min:= gaji[1];
For i:= 1 to n do
begin
If gaji[i] < min then Begin min:= gaji[i]; idx:= i; End; end; Writeln('NILAI Terendah Adalah Mahasiswa ke-',idx,' dengan rincian :'); Writeln('NIM : ',nik[idx]); Writeln('NAMA : ',nama[idx]); Writeln('NILAI : ',min); end; Procedure menu6; Begin Clrscr; GOTOXY(23,3); WRITELN('PENCARIAN DATA BERDASARKAN NIK'); WRITELN; Write('Masukkan NIK Yang Anda Cari : '); Readln(z); Writeln; Cek:=FALSE; For I:=1 TO N DO BEGIN IF z= nik[i] THEN BEGIN CEK:=TRUE; WRITELN('Data ditemukan pada index ke-',i,' dengan rincian : '); Writeln('NIK : ',nik[i]); Writeln('NAMA : ',nama[i]); Writeln('GAJI : ',gaji[i]); END ELSE CEK:=FALSE; end; end; Procedure menu7; Begin Clrscr; GOTOXY(23,3); WRITELN('PENCARIAN DATA BERDASARKAN NAMA'); WRITELN; Write('Masukkan NAMA Yang Anda Cari : '); Readln(y); Cek:=FALSE; FOR i:=1 TO n DO BEGIN IF y=NAMA[i] THEN BEGIN CEK:=TRUE; WRITELN('Data ditemukan pada index ke-',i,' dengan rincian : '); WRITELN('NIK : ',nik[i]); Writeln('NAMA : ',nama[i]); Writeln('NILAI : ',gaji[i]); END ELSE Cek:=FALSE; End; End; Procedure menu8; Begin Clrscr; Gotoxy(23,3); Writeln('PENCARIAN DATA BERDASARKAN GAJI'); Writeln; Write('Masukkan GAJI Yang Anda Cari : '); Readln(x); Cek:=FALSE; FOR i:=1 TO n DO BEGIN IF x= gaji[i] THEN BEGIN Cek:=TRUE; WRITELN('Data ditemukan pada index ke-',i,' dengan rincian : '); WRITELN('NIK : ',nik[i]); Writeln('NAMA : ',nama[i]); Writeln('GAJI : ',gaji[i]); END ELSE Cek:=FALSE; END; End; Begin Clrscr; inputan; Repeat Clrscr; Writeln('-------------------------------------------------------------------'); Writeln('Tampilan Menu':51 ); Writeln('-------------------------------------------------------------------'); Writeln('1. Menampilkan data urut berdasarkan NIK'); Writeln('2. Menampilkan data urut berdasarkan NAMA'); Writeln('3. Menampilkan data urut berdasarkan GAJI'); Writeln('4. Menampilkan data dengan GAJI tertinggi'); Writeln('5. Menampilkan data dengan GAJI terendah'); Writeln('6. Pencarian data berdasarkan NIK'); Writeln('7. Pencarian data berdasarkan NAMA'); Writeln('8. Pencarian data berdasarkan GAJI'); Writeln('9. Keluar'); Writeln('-------------------------------------------------------------------'); Writeln; Write('Masukkan Pilihan Menu Pilihan Anda : '); Readln(pil1); Case pil1 of 1: menu1; 2: menu2; 3: menu3; 4: menu4; 5: menu5; 6: menu6; 7: menu7; 8: menu8; 9: exit else Writeln('==================================================================='); Writeln(' inputan salah!!!! ');end; Writeln('==================================================================='); Write('mulai lagi ??? (Y/N) '); Readln(pil2); Writeln('==================================================================='); pil2:=upcase(pil2); Until pil2<>'Y';
end.
Saya Bangga Jadi Orang Indonesia
- Baca, Hayati, dan bila setuju dengan cerita di bawah, tidak ada salahnya Forward kepada teman-teman yang lain.
Thank u & best regards,
U-Dha
---------- Forwarded message ----------
From: L/Kusuma <la.kusuma@yahoo. co.id>
Date: 2009/7/28
Subject: [D3400] (Share) Saya Bangga jadi orang Indonesia :)
To: D3400 Rotaract MiLis <Rotaract-d3400@ yahoogroups. com>
Sejelek-jeleknya, sebobrok-bobroknya tanah air kita, marilah kita mulai dari diri kita sendiri dulu untuk mulai melihat negara kita tercinta ini dari sisi positif, klo bukan dari diri kita dulu, kapan Indonesia bisa maju dan menguasai dunia?
Bila anda merasa cerita di bawah ini menyentuh hati anda, mohon di-forward ke teman-teman kalian sebagaimana seringnya anda forward email2yang tidak terlalu penting itu, dan mulai menghargai negeri tempat kita lahir, tumbuh besar, makan, mencari nafkah, beranak pinak dsb.
Terimakasih,
/Lee
************ ********* ********* ********* **
************ ********* ********* ********* **
#Indonesiaunite#
loves our product!
Suatu pagi di Bandar Lampung, kami menjemput seseorang di bandara. Orang itusudah tua, kisaran 60 tahun. Sebut saja si bapak. Si bapak adalah pengusaha asal singapura, dengan logat bicara gaya melayu,english, (atau singlish) beliau menceritakan pengalaman2 hidupnya kepada kami yang masih muda. Mulai dari pengalaman bisnis, spiritual, keluarga, bahkan percintaan hehehe..
"Your country is so rich!"
Ah biasa banget kan denger kata2 begitu. Tapi tunggu dulu..
"Indonesia doesn't need the world, but the world needs Indonesia"
"Everything can be found here in Indonesia, u don't need the world"
"Mudah saja, Indonesia paru2 dunia. Tebang saja hutan di Kalimantan, dunia pasti kiamat. Dunia yang butuh Indonesia !"
"Singapore is nothing, we cant be rich without Indonesia . 500.000 orang Indonesia berlibur ke Singapura setiap bulan. Bisa terbayang uang yang masukke kami, apartemen2 dan condo terbaru kami yang membeli pun orang2indonesia, ga peduli harga yang selangit, laku keras. Lihatlah rumah sakit kami, orang Indonesia semua yang berobat."
"Kalian tahu bagaimana kalapnya pemerintah kami ketika asap hutan Indonesia masuk? Ya, benar2 panik. sangat terasa, we are nothing."
"Kalian ga tau kan klo Agustus kemarin dunia krisis beras. Termasuk di Singapura dan Malaysia, kalian di Indonesia dengan mudah dapat beras"
"Lihatlah negara kalian, air bersih dimana2.. lihatlah negara kami, air bersih pun kami beli dari malaysia. Saya pernah ke Kalimantan, bahkan pasirpun mengandung permata. Terlihat glitter kalo ada matahari bersinar. Petani disana menjual Rp3000/kg ke sebuah pabrik China. Dan si pabrik menjualnya kembali seharga Rp 30.000/kg. Saya melihatnya sendiri"
"Kalian sadar tidak klo negara2 lain selalu takut meng-embargo Indonesia?! Ya, karena negara kalian memiliki segalanya. Mereka takut kalau kalian menjadi mandiri, makanya tidak di embargo. Harusnya KALIANLAH YANGMENG-EMBARGO DIRI KALIAN SENDIRI. Belilah dari petani2 kita sendiri, belilah tekstil garmen dari pabrik2 sendiri. Tak perlu kalian impor klo bisa produksi sendiri."
"Jika kalian bisa mandiri, bisa MENG-EMBARGO DIRI SENDIRI, Indonesia will rules the world.."
So, let's we love our products,,,
Posted by: "Yudha Ramadewa"
Dari: "kisfm@yahoogroups. com"
Kepada: kisfm@yahoogroups. com
Terkirim: Selasa, 28 Juli, 2009 19:52:45
Judul: [kisfm] Digest Number 1254
Kepada: kisfm@yahoogroups. com
Terkirim: Selasa, 28 Juli, 2009 19:52:45
Judul: [kisfm] Digest Number 1254
Mbah Surip telah tiada

Mbah surip adalah salah satu tokoh yang sangat baik. Beliau menciptakan lagu yang sangat mudah di hafal oleh para penggemarnya. Mbah surip terkenal dengan lagunya Tak gendong kemana-mana. Baik dari kalangan anak-anak sampai orang tua menggemari lagu beliau. Dan kini kita hanya bisa mengenangnya. Kini mbah surip telah tiada. Semoga amal ibadah beliau tetap di gendong kemana-mana.



